Malang — SMKN 2 Singosari turut berpartisipasi dalam kegiatan Penanaman, Penaburan Benih, dan Panen Serentak dalam rangka Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Jawa Timur. Program ini melibatkan 110.481 guru, murid, dan anggota Pramuka dari 754 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta.

Program SIKAP merupakan inisiatif Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang bertujuan menumbuhkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini melalui pemanfaatan lingkungan sekolah secara produktif dan berkelanjutan. Sekolah didorong untuk mengoptimalkan potensi lahan dan sarana yang dimiliki sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual bagi murid.
SMKN 2 Singosari sendiri telah memiliki kesiapan sebelum program SIKAP diluncurkan. Sekolah ini sebelumnya telah mengembangkan greenhouse dan kolam ikan melalui program unggulan INOGREEN, serta didukung oleh ketersediaan lahan sekolah yang luas. Hal ini menjadikan SMKN 2 Singosari sangat antusias dalam menyambut dan melaksanakan program yang dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Kesiapan tersebut semakin diperkuat setelah adanya kunjungan Gubernur Jawa Timur pada kegiatan sebelumnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur sempat berkeliling meninjau lingkungan sekolah dan menyampaikan keyakinannya bahwa SMKN 2 Singosari siap menjalankan Program SIKAP secara optimal.

Kepala SMKN 2 Singosari, Sumijah, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa Program SIKAP sejalan dengan visi sekolah dalam membangun karakter murid yang peduli lingkungan dan memiliki keterampilan hidup.
“Program SIKAP sangat relevan dengan upaya sekolah dalam menanamkan kesadaran ketahanan pangan sejak dini. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung memanfaatkan lahan sekolah secara produktif dan berkelanjutan,” ujar Sumijah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa SMKN 2 Singosari siap mendukung penuh keberlanjutan program tersebut.
“Kami bersyukur SMKN 2 Singosari telah memiliki sarana pendukung seperti greenhouse dan kolam ikan melalui program INOGREEN. Dengan dukungan lahan yang memadai dan semangat seluruh warga sekolah, kami optimis Program SIKAP dapat berjalan secara konsisten dan memberi dampak positif bagi pembelajaran murid,” tambahnya.

Pada kegiatan ini, SMKN 2 Singosari melakukan penanaman berbagai jenis tanaman hortikultura, antara lain tomat, terong, cabai, kangkung, jahe, sawi, dan pokcoy. Selain itu, dilakukan pula penaburan benih ikan lele dan nila sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan berbasis sekolah.
Melalui implementasi Program SIKAP, SMKN 2 Singosari berharap mampu menjadi contoh sekolah yang inovatif dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus membentuk murid yang berkarakter, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
