Diseminasi 7 Jurus BK Hebat Perkuat Peran Guru Wali di SMKN 2 Singosari

Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, SMKN 2 Singosari menggelar kegiatan Diseminasi 7 Jurus BK Hebat yang diikuti oleh bapak dan ibu Guru Wali. Kegiatan ini menjadi langkah strategis sekolah dalam memperkuat sistem pendampingan peserta didik secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMKN 2 Singosari, Sumijah, S.Pd., M.Si.. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran Guru Wali sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025, yang menempatkan Guru Wali sebagai pendamping siswa dalam pembinaan karakter dan akademik secara personal hingga peserta didik lulus.

“Guru Wali memiliki peran strategis dalam memastikan setiap peserta didik mendapatkan pendampingan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam pembentukan karakter. Melalui 7 Jurus BK Hebat, kita ingin menghadirkan pendekatan yang lebih humanis dan berdampak,” ujar beliau.

Kegiatan diseminasi menghadirkan narasumber kompeten, yakni Dra. Siti Muzayyanah, Dominicus Anggoro Budi Wicaksono, S.Psi, serta Isrizal Anwar Zuhri, S.Pd. Ketiganya memaparkan strategi implementasi 7 Jurus BK Hebat sesuai fokus pendekatan masing-masing.

7 Jurus BK Hebat sebagai Strategi Pendampingan

  1. Kenali Potensi
  2. Kelola Emosi
  3. Tumbuhkan Resiliensi (Daya Lenting)
  4. Jaga Konsistensi
  5. Jalin Koneksi
  6. Bangun Kolaborasi
  7. Menata Situasi

Dalam pemaparannya, Ibu Dra. Siti Muzayyanah menekankan pentingnya mengenali potensi dan membantu siswa mengelola emosi sebagai fondasi awal pendampingan.

“Setiap anak memiliki potensi unik yang harus dikenali sejak dini. Melalui asesmen bakat dan minat, Guru Wali dapat membantu siswa menemukan arah pengembangan dirinya. Namun potensi saja tidak cukup, kemampuan mengelola emosi menjadi kunci agar siswa mampu mengambil keputusan yang positif dan bertanggung jawab,” ungkap beliau.

Sementara itu, Bapak Dominicus Anggoro Budi Wicaksono, S.Psi menyoroti pentingnya membangun resiliensi dan menjaga konsistensi dalam pembinaan karakter.

“Resiliensi bukan muncul secara instan, tetapi dibangun melalui pengalaman menghadapi tantangan. Guru Wali perlu memberi ruang aman bagi siswa untuk belajar dari kegagalan. Di sisi lain, konsistensi dalam rutinitas positif akan membentuk karakter yang kuat dan disiplin dalam jangka panjang,” jelas beliau.

Adapun Bapak Isrizal Anwar Zuhri, S.Pd menegaskan bahwa hubungan dan lingkungan menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendampingan.

“Jalinan koneksi yang empatik antara Guru Wali dan siswa akan membuka ruang komunikasi yang jujur dan hangat. Dari sana, kolaborasi dengan orang tua dan lingkungan sekitar dapat dibangun. Ketika situasi sekolah ditata menjadi aman dan menyenangkan, siswa akan lebih mudah tumbuh dan berkembang secara optimal,” paparnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi serta refleksi bersama terkait praktik pendampingan yang telah berjalan di SMKN 2 Singosari. Antusiasme para Guru Wali menunjukkan komitmen kuat dalam mengimplementasikan 7 Jurus BK Hebat sebagai pendekatan pembinaan yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Singosari semakin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian, tetapi juga kokoh dalam karakter, ketangguhan mental, serta kesiapan masa depan peserta didik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *