Sinkronisasi Kurikulum Bersama DUDI, SMKN 2 Singosari Selaraskan Pembelajaran dengan Kebutuhan Industri di Era Artificial Intelligence

Singosari, 21 Juli 2026 – SMKN 2 Singosari kembali memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja melalui kegiatan Sinkronisasi Kurikulum Bersama Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDI) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang dilaksanakan pada Selasa (21/7). Kegiatan ini diselenggarakan secara serentak di seluruh konsentrasi keahlian dengan menghadirkan mitra industri sebagai bagian dari implementasi link and match antara sekolah dan dunia industri.

Acara diawali dengan pembacaan doa oleh Bapak Muhammad Juzki Arif, S.Pd.I. sebagai ikhtiar agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi pengembangan kurikulum di SMKN 2 Singosari.

Selanjutnya, sambutan dari pihak sekolah disampaikan oleh Zulkifli Abdillah, S.Kom. yang mewakili Kepala SMKN 2 Singosari. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sinkronisasi kurikulum merupakan langkah strategis untuk memastikan proses pembelajaran di sekolah terus berkembang mengikuti kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Sinkronisasi kurikulum bukan sekadar agenda tahunan, tetapi merupakan komitmen bersama dalam membangun pendidikan vokasi yang benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri. Masukan dari setiap mitra DUDI menjadi bekal bagi kami untuk terus memperbarui kurikulum agar peserta didik memperoleh kompetensi yang relevan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja, termasuk transformasi yang saat ini semakin dipengaruhi oleh Artificial Intelligence,” ujar Zulkifli Abdillah, S.Kom.

Kegiatan sinkronisasi dilaksanakan di masing-masing konsentrasi keahlian dengan menghadirkan satu mitra industri untuk berdiskusi mengenai penyelarasan kurikulum, kompetensi lulusan, perkembangan teknologi, serta kebutuhan tenaga kerja sesuai bidangnya. Melalui forum ini, sekolah memperoleh berbagai masukan yang akan menjadi dasar dalam penyempurnaan materi pembelajaran agar semakin relevan dengan perkembangan industri.

Adapun mitra industri yang berpartisipasi dalam kegiatan sinkronisasi kurikulum Tahun Pelajaran 2026/2027 meliputi:

  • EMC Professional Sound & Music Dealer
  • CV. Mitra Talenta Teknik
  • PT. Reksa Daya Berjaya
  • PT. Mata-Mata Films
  • CV. Jagad Raya Creative
  • CV. Fortunegraph
  • CV. Universal Big Data
  • CV. Titik Koma Technology

Pada sesi penyampaian materi dari dunia industri, Ahmad Fauzan Arif, selaku Bidang Kurikulum CV. Universal Big Data, menekankan bahwa perkembangan industri saat ini telah memasuki era kolaborasi dengan Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, hampir seluruh sektor industri mulai mengintegrasikan AI dalam berbagai proses kerja sehingga dunia pendidikan perlu menyesuaikan kurikulum agar mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perubahan tersebut.

“Saat ini hampir seluruh sektor industri mulai bergandengan dengan Artificial Intelligence. Oleh karena itu, sinkronisasi kurikulum menjadi langkah penting agar materi yang diajarkan di sekolah selaras dengan kebutuhan industri. Harapannya, lulusan SMKN 2 Singosari memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya pemanfaatan AI di dunia kerja,” ungkap Ahmad Fauzan Arif.

Selain membahas perkembangan teknologi, forum sinkronisasi juga menjadi wadah diskusi mengenai capaian pembelajaran, penguatan kompetensi teknis, budaya kerja industri, hingga pengembangan soft skills yang dibutuhkan oleh lulusan SMK. Setiap masukan dari mitra DUDI akan menjadi referensi dalam penyempurnaan kurikulum di masing-masing konsentrasi keahlian sehingga proses pembelajaran semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, SMKN 2 Singosari kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan vokasi yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan industri. Sinergi yang terjalin antara sekolah dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kompetensi bidang keahlian, tetapi juga siap menghadapi transformasi digital dan perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence, sehingga memiliki daya saing tinggi di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *